Kamis, 05 April 2012

MY FRIENDS FROM FACEBOOK


Nama lengkapnya Tainaka Ritsu cewek tulen yang berasal dari keturunan orang yang biasa dengan keadaan hidup yang layak. Dia berperan dalam K-ON sebagai drums. Dialah orang yang berperan dalam band mereka, yang berusaha menjadikan K-ON menjadi ternama.


personil kedua yaitu Kotobuki Tsumugi, cewek yang terkenal dengan rambutnya yang pirang dan panjang ini memilih menjadi seorang keyboard sesuai dengan hobinya. Mulai dari music yang slo maupun yang ngerok dia bisa memainkannya. Sayangnya dia tipekal orang yang pemalu.



Hirasawa Yui itulah nama yang sering disebut untuknya, yah memang terlihat seperti nama samara, akan tetapi itulah nama yang telah diberika kepadanya dari kedua orang tuanya. Dia dalam K-ON sebagai guitari.


Mio seperti nama merek sebuah motor ya!, tapi nama lengkapnya Akimaya Mio. Cewek dengan posisi bus beridam seorang pria bertubuh tinggi. Cewek dengan penuh keceriaan ini sering menimbulkan kegaduhan di dunia sekolahnya. Yah seperti itulah sifat yang ia miliki.


(^w^)
“pagi ini cerah banget ya! Jadi semangat nich pergi sekolah.” Kata ritsu yang hendak pergi sekolah pagi ini.
                Dalam perjalanan kesekolah, ritsu bertemu teman sekelasnya, iapun berjalan bersama temannya tersebut menuju kesekolah. Di setiap perjalanannya itu, ritsu selalu bernyanyi mengikuti irama music yang ia dengar melalui headset. Yah begitulah keseharian ritsu yang selalu ceria.
“ritsu?” panggil cindy yang sedang bersamanya.
“ya, ada apa cin?” jawab ritsu
“kamu tuh selalu ceria ya! Apa kamu gak pernah ngerasa bosen gitu menjalani hidupmu?” Tanya cindy yang heran terhadap ritsu.
                Ritsu hanya tersenyum mendengar pertanyaan temannya itu. Dia terus melangkahkan kakinya dengan alunan syair lagu yang ia dengarkan. Sedangkan cindy yang terheran padanya, semakin penasaran menunggu jawaban dari mulut ritsu. Akan tetapi ritsu hanya asyik mendengarkan music pada telinganya. Akhirnya, karena cindy yang semakin jengkel pada respon ritsu, ia pun bertanya kembali.
“kamu tuh denger gak sih ama apa yang aku tanya? Jangan hanya tersenyum dong, aku tuh penasaran tau’!”
                Gak terasa, ternyata mereka berdua telah sampai di depan gerbang sekolah mereka. Merekapun segera masuk kedalam ruangan mereka. Berhubung ruang kelas ritsu dan cindy berbeda, akhirnya mereka pun berpisah di sebuah percabangan jalan menuju keruang kelas mereka masing-masing.
(^w^)
                Tiba-tiba keadaan berubah saat ritsu berada di kamarnya, setelah pulang sekolah. Ia marah-marah dengan perasaan tak jelas, entah apa yang ia rasakan, sepertinya ia baru saja mendapat masalah saat di sekolah tadi.
“ritsu,,, cepat turun nak, makan dulu!” teriak mama miari pada anaknya, ritsu.
“iya ma, sebentar” jawab ritsu yang tetap sopan pada orang tuanya, walaupun ia saat ini sedang marah.
                Akhirnya ritsu pun keluar dari kamarnya dan menuju ke tempat makan. Saat mama miari menyuruh ritsu untuk membukakan pintu dulu, ia pun segera membukanya. Dan ternyata kesyi, teman baik mama miari dating untuk mengajak miari dan ritsu ke rumah barunya yang lokasinya cukup jauh dari rumah ritsu. Ritsupun menolaknya, karena ia sedang tidak igin bersenag-senang.
“maaf ma, tante, ritsu gak bisa ikut, karena masih ada tugas sekolah yang belum ritsu kerjakan” begitulah alas an ritsu pada mama dan teman mamanya itu.
                Ritsupun melanjutkan makannya yang terhenti karena perkataannya itu.
(^w^)
“hi, iii,,, menyebalkan sekalin sih anak itu, baru juga masuk, sudah seenaknya saja merebut posisi aku di kelas. Menyebalkan sekali.” Rasa kesal ritsu pada kawan barunya yang baru saja datang dari negri sebrang tuk meneruskan sekolahnya di sekolah ritsu tersebut.
                Tiba-tiba saja terlintas dipikiran ritsu untuk mencurahkan perasaan kesalnya itu di status facebooknya.
“Sebel, hari ini menyebalkan
Bertemu dengan orang yang sombong
Dan sangat menyebalkan,
Sebel, sebel, sebel banget.”
 Begitulah perasaan ritsu yang ia tuang dalam statusnya hari ini.
                Etsss, tidak disangka yang meresponnya begitu cepat dan semua merasakan hal yang sama dalam waktu dan tempat yang berbeda.
“benar, benar menyebalka” respon pertama dari cewek dengan foto profil sangat imut, tsumugi namanya.
“hari ini semuanya serba menyebalkan” Respon kedua juga berasal dari seorang cewek dengan inisial Y (yui).
“hari ini nggak ada yang beres, jadi bosen” Kali ini respon dari cewek super tulen, siapa lagi klo bukan mio.
(^w^)
                Pagi yang hening, dengan kelembutan angin membelai rerumputan hijau nan indah bertaburan kesejukan alami dari sang pencipta. Tatkala ribuan semangat pagi menjelma menjadi kenyataan dalam kehidupan.
“heeem, lemas sekali pagi ini” suara halus  tsumugi.
                Ia segera bangun dari tempat tidurnya, beranjak menuju kamar mandi, namun sebelumnya ia mempersiapkan pakaian yang hendak ia kenakan kesekolah nantinya. Setelah selesai berdandan, tsumugipun berangkat kesekolah.
                “kenapa sih dia kok keren banget? Kenapa juga hatiku terasa bahagia saat melihatnya?” tsumugi menggumam saat melihat foto yang dia download dari foto profil seorang cowok keren.
                “eh ada status baru nich dari si dia” seru via, pada temannya fevi.
                “ status? Si dia?” gumam tsumugi.
                Karena penasaran, iapun membuka facebooknya, dan ternyata simitsu seorang cowok keren and smart dengan status barunya jomblo. Seperti membelah atsmofir dunia, begitulah begitulah kata yang pantas untuk tsumugi saat tahu si dia jomblo lagi. Lucu sih, seharusnya yang punya perasaan seperti itu tuh cowok kali ya. Akan tetapi seperti yang sudaah di jelaskkan sebelumnya, bahwah tsumugi adalah seorang cewek yang pemalu.
                “hemmmmm” dengan wajah penuh harapan agar simitsu mau ngeet dia. Prinsipnya, dia tidak akan mengejarnya, tapi akan terus berharap akan keajaiban terjadi padanya.
(^w^)
                Saat sampai di kamarnya, tsumugipun membuka facebook lagi, eh ternyatastatus yang ia tulis tadi pagi di sekolahnya, di respon oleh beberapa teman facebooknya. Dan lagi-lagi si yui, mio, dan ritsu ikutan nimbrung di status baru tsumugi.
“hari ini juga aku bahagia loh” kata yui yang baru saja bergabung di facebook tsumugi.
“kenapa hari ini berbeda dengan hari kemarin? Sama, aku juga lagi seneng nich” ritsu yang merasakan hal yang sama dengan kedua teman facebooknya itu.
“kok sama ya? Aku juga gembira hari ini, benar-benar bahagia” dengan perasaan yang sama (bahagia) ia mengatakannya.
                Baru juga sesaat tsumugi membuka facebooknya, tiba-tiba terdengar suara telvon memanggil. Iapun segera mengangkatnya, dan ternyata itu dari papa dan mamanya yang sedang keluar kota. Ternyata kedua orang tua tsumugi tidak bisa pulang kerumah hari ini, karena keadaan hujan yang menghalangi kepulangan kedua orang tua tsumugi.
                “iya pa, ma, tsumugi nggak pa pa kok di rumah sendiri, kan ada bibik yang masih ada dirumah” begitulah tsumugi menghadapi keadaan itu.
“kamu memang anak baik sayang. Baik-baik dirumah ya nak!” pinta mamanya.
“iya pa, ma” jawab tsumugi.
(^w^)
                Pagi telah tiba, namun hujan dari tadi malam tidak berhenti juga. Tak ada celah awan terbuka, tak ada cahaya matahari yang terpancar. Sungguh keadaan yang dapat membuat orang nyenyak dalam mimpinya. Tapi tidak untuk mio.
                “pagi ma, pagi pa” sapa mio pada papa dan mamanya yang baru saja keluar dari kamarnya.
                “pa, ma, hari ini mio sedang ada ujian kelas nih, doain ya moga lancar” pintanya pada kedua orang tua mio.
                Miopun berangkat sekolah dengan bersepeda mini hitam, yups warna hitam adalah favoritnya. Akhirnya sampai juga mio di sekolahnya, ternyata iya lupa membawa pulpen untuk mengisi soal-soal ujian kelas nanti.
                “gimana nich? Lupa bawa pena lagi” sesal mio.
 Kemudia iya melihat ada tas yang tidak terjaga oleh pemiliknya (ditinggal oleh pemiliknya). Karena mio merupakan cewek yang suka jail, akhirnya iya mengambil pulpen yang ada di dalam tas tersebut.
“aku pinjam dulu ya, nanti selesai ujian pasti aku kembalikan dech.” Ucap mio pada tas tak berpemilik tersebut.
Selesai ujian, iapun mencari pemilik tas tersebut. Dan ternyata pemilik tas tersebut sedang memiliki masalah dengan gurunya lantaran pada saat ujian tadi, ia tidak membawa bulpoin. Tanpa disadari oleh pemilik tas tersebut, mio memasukan kembali bulpoin tersebut kedalam tas itu.
“sorry ya tas, aku ngembaliin barangmu telat. Habis aku kan lapar, jadi aku makan dulu” sering kali mio melakukan hal yang sama, namun tak ada seorangpun yang mengetahuinya.
(^w^)
                Setelah pulang sekolah, mio tidak segera pulang kerumahnya, tetapi iya malah pergi ketoko buku, membeli komik. Hobi mio yang selalu iya turuti.
                “ pak, apa ada komik terbaru yang dah keluar?” Tanya mio pada penjual komik tersebut.
                “komik yang baru keluar besok nak” jawab penjual komik itu santai.
                Dengan rasa menyesal mio mengayun sepeda yang iya gunakan sehari-hari. Iya teringat pada cerita komik yang memberikan inspirasi tersendiri padanya. Etsss, tapi bukan berarti komik yang membuat iya menjadi cewek yang usil dan suka membuat gaduh di sekolahan.
                Seusai pulang, mio mencuci sepeda kesayangannya itu, dengan sabar iya membersihkan sampai kesela-sela terpencil di ruji sepeda. Nyuci sepeda sudah, mandi juga sudah, sekarang saatnya beristirahat dengan perlahan iya membuka facebooknya.
                “wauuu, apa nich? Status baru ya?” sesaat setelah mio membuka facebooknya.
                “cinta itu seperti alaram, yang bunyi dan bergetar pada waktu yang ditentukan” respon mio pada status baru yui, yang berisi
                “apa arti cinta???” isi status yui.
                “ikutan jawab ah” ritsu dalam posisi yang berbeda ikut menjawab status yui.
                “dan cinta itu juga buta, kalo nggak pakai kacamata nggak bakal keren” mungkin respon yang sedikit lucu, tapi ada makna di baliknya.
                “cita bisa membuat orang menjadi bahagia, dan juga menjadi tersiksa” begitulah tsumugi yang ikut-ikutan memberi jawaban pada status yui.
                Setiap orang pasti punya preepsi sendiri-sendiri. Sesuai dengan apa yang dirasakan oleh setiap orang. Tinggal bagaimana setiap orang itu menanggapi cinta yang di jalaninya. Jika cinta menjadikan orang itu terbebani yang pasti iya akan merasa tersiksa karena cinta itu.
(^w^)
                Baru juga semalem yui menulis statusnya, iya sudah mendapat respon dari teman-teman facebooknya itu. Tapi yui semakin heran, padahal iya sama sekali tidak kenal dengan teman-teman facebooknya yang menjawab dari statusnya itu. Mereka sama sekali tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.
Tiba-tiba saja yui menuliskan status di facebooknya.
                “hai, mio@, ritsu@, tsumugi@. nanti siang kalian ada waktu?” begitulah yui menuliskan statusnya difacebook.
                “yui, yui,,,!” teriak mamanya pada anak kesayangannya itu.
                “iya ma, yui sudah siap kok” jawab ritsu yang sudah siap untuk berangkat sekolah.
                “mama mau ke pasar kamu dulu nak, makanan sudah mama taruk di meja, jangan lupa makan ya!” seru mamanya pada ritsu.
                “oke ma” jawab singkat yui.
                Bergegas ritsu menutup facebooknya. Ternyata iya lupa menyiapkan buku pelajaran yang harus iya bawa pagi ini. Sampai-sampai yui tidak sempat memakan masakan ibunya itu. Yups, karena kesiangan tentunya.
(^w^)
                “ada” itulah jawaban mio, ritsu dan yui pada status yang ritsu tulis tadi itu.
                Karena tadak makan waktu dirumah tadi, yuipun merasakan lapar. Iya tidak sabar untuk pergi kekantin, segera iya selesaikan tugas di kelasnya dan mengis perut kosongnya itu.
                “ibu, mie ayam 1 ya! Eh iya jangan lupa pakai sambal yang banyak ya bu!” pinta yui yang menyukai pedas.
                Yuipun menunggu pesanannya di meja yang benar-benar masih kosong di kantin itu. Kemudia pesanannya pun datang juga. Tanpa berfikir panjang lebar, yui melahab mie ayam tersebut sampai habis. Akan tetapi hal tak baek menimpa perut yui. Tau sendirikan, kalo perut masih kosong dan di isi dengan makanan pedas iya akan terkejut dan menyebabkan sakit perut. Yuipun tidak tahan, dan membuangnya ke kamar kecil (WC).
                “hu uuh, baru juga aku mengisimu, sudah minta keluar. Dasar perut aneh” yui marah tidak jelas pada perutnya itu.
(^w^)
                Dalam suasana yang menyenangkan, yui melangkahkan kakinya menuju halte bus yang iya janjikan pada teman-teman facebooknya tadi sesaat setelah iya mendapat jawaban dari statusnya di facebook.
                “kira-kira yang namanya mio ritsu dan tsumugi tu yang mana ya? Aku nggak kenal dengan mereka lagi” gumam yui saat menunggu kedatangan teman facebooknya itu.
                Beberapa saat kemudian teman—temannya pun dating satu persatu, namun mereka saling menunggu antara satu dengan yang lain pada saat di halte bus tersebut. bukan apa, akan tetapi mereka sama sekali tidak saling mengenal antar yang lain. Hingga satu jam kemudian mereka menunggu, mereka baru sadar bahwa yang mereka tunggu ternyata sudah ada dari tadi, hanya saja mereka tidak saling mengenal.
                “hai?” sapa yui pada teman-temannya itu.
                “jadi kamu yang namanya yui?” Tanya mio yang sok akrab.
                “iya” jawab yui pada teannya itu.
                “hei, kamu ngajak kita kumpul disini mau apa?” Tanya ritsu pada yui.
                “emmm, Cuma mau ketemu aja” jawab santai yui.
                “ hey, berhubung kita juga dah saling ketemu, ketempat studio band yuk?” ajak tsumugi pada mereka.
                “boleh juga tuh” senang mio mendengar ajakan itu.
                Berhubung mereka semua sama-sama suka bernyanyi dan senang main musik, merekapun bergegas masuk kedalam mobil tsumugi dan menuju ke tempat yang mereka bicarakan tadi.
(^w^)

Dengan keahlian mereka masing-masing, mereka mulai memainkan music sesuai dengan irama syair lagu yang mereka sepakati sebelumnya.
“tu wa ga, tu wag a,,,” pandu ritsu pada kawannya.
                “tap, tap,,, jreeeng,,, not, net,,,,” begitulah suara music yang mereka mainkan bersama. Mereka mencurahkan semua kebahagiaannya melalui music itu. Memang benar, bermain music harus mencurahkan seluruh jiwa kita pada music itu, untuk menyatu dalam shimphony nan syahdu.
                “menyenangkan sekali ya!” kata tsumugi.
                “hey, aku merekamnya loh tadi” lanjut ritsu.
                Merekapun melihat kembali video yang telah direkam oleh ritsu.  Betapa tida, jika mereka tertawa saat melihat video itu? Begitu senang dan bahagianya mereka tercurahkan ke dalam video itu. Karena sudah merasa puas, akhirnya merekapun pulang.
(^w^)

To Be Countiun.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar